Guntur Sasono Tekankan Sinergi Guru BK dan Orang Tua, Wujudkan Generasi Digital Rabbani


MADIUN – Anggota DPR RI, Guntur Sasono, menekankan pentingnya sinergi antara guru Bimbingan dan Konseling (BK), Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), serta orang tua dalam membentuk generasi digital yang cerdas, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai agama.

Pesan tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan Ngobrol Pendidikan Islam bertema “Keterampilan BK untuk Sekolah dan Rumah Mewujudkan Generasi Digital Rabbani melalui Sinergi GTK dan Orang Tua” yang berlangsung di Ballroom Hotel Mercure Madiun, Jawa Timur, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 250 peserta.

Menurut Guntur Sasono, perkembangan teknologi digital memberikan peluang besar bagi dunia pendidikan, tetapi sekaligus menghadirkan tantangan dalam pembentukan karakter dan perilaku anak. Karena itu, pendampingan terhadap generasi muda tidak cukup hanya dilakukan di sekolah, melainkan harus berlanjut di lingkungan keluarga.

“Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cakap menggunakan teknologi digital, tetapi juga memiliki akhlak, karakter, dan tanggung jawab. Kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai agama agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang cerdas, beretika, dan berkepribadian kuat,” demikian pesan Guntur Sasono dalam draf pernyataan untuk kegiatan tersebut.

Ia menilai, guru BK memiliki peran strategis dalam membantu peserta didik menghadapi berbagai persoalan, mulai dari perkembangan emosi, pergaulan, pembentukan karakter, hingga penggunaan teknologi digital secara bijak. Melalui pendekatan bimbingan dan konseling yang tepat, sekolah dapat menjadi ruang yang aman bagi anak untuk mengembangkan potensi sekaligus memperoleh pendampingan ketika menghadapi kesulitan.

Namun, keberhasilan pendidikan karakter membutuhkan keterlibatan aktif orang tua. Pendidikan di sekolah perlu diperkuat dengan perhatian, keteladanan, komunikasi, dan pengawasan yang proporsional di rumah.

“Guru dan orang tua harus menjadi satu tim dalam mendidik anak. Apa yang dibangun di sekolah harus diperkuat di rumah. Komunikasi yang baik antara guru dan orang tua sangat penting agar kita dapat memahami kebutuhan anak, mengantisipasi persoalan sejak dini, dan memberikan pendampingan yang tepat,” demikian draf kutipan Guntur Sasono.

Guntur juga menyoroti pentingnya membekali anak dengan kemampuan memilah informasi, menjaga etika berkomunikasi di ruang digital, serta memahami konsekuensi dari setiap aktivitas di internet. Anak perlu diarahkan agar tidak mudah terpengaruh oleh konten negatif, perundungan siber, penyalahgunaan media sosial, maupun informasi yang menyesatkan.

Dalam konteks tersebut, keterampilan guru BK perlu terus diperkuat agar mampu menyesuaikan pendekatan pendampingan dengan perkembangan zaman. Kolaborasi antara GTK dan orang tua juga harus dibangun secara terbuka, saling menghargai, dan berorientasi pada kepentingan terbaik peserta didik.

“Generasi digital rabbani adalah generasi yang mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif, memiliki ilmu pengetahuan, menjunjung tinggi akhlak, dan menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam kehidupan. Untuk mewujudkannya, sekolah dan keluarga tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Keduanya harus bersinergi,” demikian pesan yang dirumuskan untuk mewakili pandangan Guntur Sasono.

Melalui kegiatan Ngobrol Pendidikan Islam ini, diharapkan terbangun kesadaran bersama bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab kolektif. Guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat perlu mengambil peran aktif dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.

Penguatan keterampilan BK dan sinergi GTK dengan orang tua menjadi langkah penting untuk menyiapkan generasi yang unggul dalam pengetahuan, bijak dalam menggunakan teknologi, serta kokoh dalam iman dan akhlak. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, kemajuan digital diharapkan menjadi peluang untuk membangun generasi Indonesia yang berdaya saing sekaligus berkarakter.

BREAKING
ucijunaedi
ucijunaedi
Articles: 6